TNI AU. Komitmen membangun budaya keselamatan kerja dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat terus diperkuat Depohar 30 melalui latihan kesiapsiagaan penanggulangan keadaan darurat dan bencana alam yang digelar di Apron Sathar 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membekali seluruh personel dengan kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat, khususnya penanganan kebakaran secara cepat, tepat, dan aman.
Komandan Depohar 30 menegaskan bahwa latihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan setiap personel dalam menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai prosedur. Menurutnya, penguasaan teknik penanggulangan kebakaran merupakan kemampuan yang wajib dimiliki setiap prajurit sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko kerugian personel maupun materiil apabila terjadi keadaan darurat.
Rangkaian latihan diawali dengan simulasi evakuasi darurat kebakaran yang dilaksanakan secara sistematis dan aman, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi teknik pemadaman api oleh Tim Pemadam Kebakaran (PK) Lanud Abdulrachman Saleh. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan sembari mempraktikkan penggunaan peralatan pemadam di bawah pengawasan instruktur yang berpengalaman.
Melalui latihan yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali ini, Komandan Depohar 30 berharap seluruh personel mampu memahami setiap materi dan instruksi yang diberikan sehingga keterampilan tersebut tidak hanya bermanfaat dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Depohar 30 dalam mewujudkan satuan yang profesional, tangguh, dan selalu siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat demi mendukung keberhasilan tugas TNI Angkatan Udara.



