TNI AU. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan upacara bendera rutin tanggal 17-an di Lapangan Apel Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (20/4/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Personel (Kadispers) Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Nugroho Purbo, M.Han., selaku inspektur upacara, dan diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Lanud Halim Perdanakusuma.
Pada kesempatan itu, Kadispers membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang menyoroti dinamika global yang kian kompleks dan dampaknya terhadap kondisi nasional, termasuk bagi institusi TNI.
Mengawal amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa situasi geopolitik dunia yang masih memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang memberikan dampak luas secara global.
“Dampak dari situasi tersebut tidak hanya dirasakan secara global, tetapi juga berimbas pada kondisi nasional. Hal ini menjadi tantangan bagi institusi TNI, termasuk dalam upaya efisiensi anggaran dan energi," demikian amanat Panglima TNI.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa krisis energi global menuntut adanya langkah-langkah efisiensi di lingkungan TNI, termasuk penerapan kebijakan work from home setiap hari Jumat. Meski demikian, seluruh prajurit dan PNS diingatkan untuk tetap menjaga kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam melaksanakan tugas di wilayah masing-masing.
Selain itu, Panglima TNI juga menyoroti masih adanya pelanggaran hukum yang melibatkan oknum anggota TNI, yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan senantiasa menjunjung tinggi hukum, bertindak dengan penuh kehati-hatia,n serta menjaga kehormatan institusi di mana pun bertugas.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Panglima TNI secara khusus mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial. Arus informasi yang begitu cepat sering kali diwarnai berita bohong (hoaks), opini menyesatkan, hingga provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Prajurit dan PNS TNI perlu memiliki kepedulian untuk merespon secara santun apabila institusi TNI dirugikan di media sosial,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menekankan beberapa hal penting untuk dipedomani seluruh prajurit dan PNS TNI, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami dinamika lingkungan strategis, bersikap hati-hati dalam setiap tindakan, serta bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa setiap prajurit TNI harus terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif, seiring dengan tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks.









