TNI AU. Tanjungpinang – Pangkalan TNI Angkatan Udara Raja Haji Fisabilillah (Lanud RHF) melaksanakan Upacara Bendera 17-an yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mako Lanud RHF, Rabu (18/02/2026).
Upacara dipimpin oleh Kepala Seksi Komunikasi (Kasenkom) Lanud RHF Mayor Lek Dwi Ariantoro sosanto, S.S.T.Han, mewakili Komandan Lanud RHF Kolonel Pnb Agus Rohimat, M. Avn. Mgt., selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh personel Lanud RHF.
Upacara rutin bulanan ini merupakan salah satu sarana untuk memupuk disiplin, meningkatkan jiwa nasionalisme, serta memperkuat semangat pengabdian prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya peran TNI dan Polri sebagai representasi negara di mata rakyat. Dalam Rapim TNI-Polri, Presiden Republik Indonesia mengingatkan bahwa seragam yang dikenakan harus mampu menghadirkan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus membangkitkan kebanggaan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap prajurit, sekecil apa pun peran yang dijalankan, selalu membawa nama negara di hadapan masyarakat. Pada situasi saat ini, peran kekuatan udara semakin terasa nyata, di mana mobilitas, kecepatan, dan ketepatan respons menjadi kunci untuk hadir tepat waktu ketika masyarakat membutuhkan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa apresiasi yang diberikan kepada TNI harus dimaknai sebagai standar profesionalisme yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Presiden juga menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam menjaga kepercayaan rakyat. Soliditas antara TNI, Polri, dan instansi terkait di lapangan harus terus dirawat, karena yang dirasakan masyarakat bukanlah siapa yang berbuat, melainkan seberapa cepat negara hadir dan seberapa nyata negara membantu.
Dalam konteks pembangunan nasional, TNI Angkatan Udara turut mengambil peran sesuai tugas pokok dan kewenangannya, termasuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, makan bergizi gratis, serta pengamanan sumber daya strategis sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
Mengakhiri amanatnya, KASAU mengingatkan bahwa rakyat menaruh harapan besar kepada seluruh prajurit TNI AU. Oleh karena itu, profesionalisme harus dijadikan identitas, loyalitas sebagai komitmen, dan integritas sebagai kehormatan yang tidak dapat ditawar. Prajurit udara diharapkan terus membangun kebanggaan sebagai sosok yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi setiap tantangan zaman.
Upacara berlangsung tertib dan lancar serta diharapkan mampu semakin meningkatkan semangat pengabdian seluruh personel Lanud RHF dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan udara nasional. (Pen RHF).









