TNI AU. Walaupun sebagian wilayah di Sumsel sudah diguyur hujan, namun Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (Smh) terus melakukan penyemaian garam (NaCL) (untuk hujan buatan), dan Dry Ice (butiran es keras untuk mengurai ketebalan asap), akibat karhutla, Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 16.6 ton garam (NaCL) dan 19.2 ton Dry Ice (butiran es keras untuk mengurai ketebalan asap) sudah disemai oleh Satgas Udara Lanud Smh menggunakan dua pesawat milik TNI AU Casa C-212 dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, dan dua pesawat dari BNPB.
Hasil semai garam (NaCL) dan Dry Ice sudah berdampak hujan di sejumlah daerah di wilayah Sumsel dengan intensitas hujan ringan, sedang hingga lebat.
Danlanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., selaku Dansatgas Udara Karhutla di wilayah Sumsel beliau mengatakan bahwa, walaupun sebagian daerah di Sumsel Sudah diguyur hujan, namun Satgas Udara Lanud Smh akan terus menyemai garam (NaCL) dan Dry Ice. Hal tersebut dilakukan agar percepatan penanganan Karhutla di Sumsel dan sampai betul-betul cuaca di Sumsel dinyatakan kembali normal.









