TNI AU. Senin sore (18/8/2025), Lanud Iskandar menerima berita duka atas wafatnya Pangeran Muasjidinsyah. Komandan Lanud Iskandar memerintahkan untuk segera mendukung yang diperlukan di rumah duka. Dengan bahu-membahu Personel Lanud tetap semangat bergotong royong mendirikan tenda di halaman rumah duka.
Suasana duka masih menyelimuti masyarakat Kotawaringin atas wafatnya Pangeran Muasjidinsyah Bin Alm YM SP Pangeran Ratu Alamsyah (Sultan ke-XIV) Selasa (19/8/2025). Komandan Lanud mengikuti acara prosesi persemayaman, menunggu pemandian jenazah dan menyolati jenazah Almarhum.
Begitu banyaknya warga Kotawaringin yang mengantarkan kepergian Alm Pangeran Muasjidinsyah sehingga prosesi sholat jenazah di Bangsal Istana kuning dilaksanakan dengan beberapa gelombang. Komandan Lanud Iskandar selaku imam pada saat prosesi sholat jenazah pada gelombang kedua. Usai disholatkan jenazah diusung oleh anggota Lanud bersma dengan anggota dari Kodim 1014 P.Bun menuju kerajaan menuju ke Makam Kerajaan.
Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han, bertindak langsung sebagai imam dalam pelaksanaan sholat jenazah, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum Ama Pangeran yang dikenal sebagai tokoh yang kental dengan budaya dan kearifan lokal serta sebagai panutan masyarakat setempat.
Kepergian Pangeran Muasjidinsyah menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi lingkungan Kesultanan Kotawaringin, tetapi juga bagi institusi TNI AU dalam hal ini Lanud Iskandar dan masyarakat luas, yang lebih mengenal beliau sebagai sosok bijak dan bersahaja.
"Atas nama keluarga besar Lanud Iskandar, turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan mendapatkan tempat yang mulia di sisinya serta diberikan pahala, kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.Aamiin..." ucap Danlanud Iskandar
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pengusung keranda perwakilan dari Serda Mukti Dhimas, Prada Edo Buana, Prada Reza Ahmed, dan Prada Deny yang semuanya merupakan anggota Lanud Iskandar
Prosesi pemakaman turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh adat, keluarga besar almarhum, serta masyarakat Kotawaringin Barat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

















